** Konfigurasi Dasar **





  • Setelah proses instalasi selesai, maka langkah selanjutnya adalah konfigurasi sistem. Seperti Sound, X-server, proses init, dan lain sebagainya.
    Pada bagian ini, konfigurasi lebih ditujukan untuk kerperluan Desktop.
    Untuk Konfigurasi Server (Apache, Sendmail, dan MySQL), Lihat dibagian Server.
    Adduser
      Jika menggunakan komputer pribadi , sebaiknya Anda mempunyai nama user lain selain root. Tujuannya menjaga agar tidak "merusak" sistem operasi karena kesalahan seting ataupun ketidaksengajaan saat melakukan pekerjaan biasa dikomputer. Karena root adalah super user, maka jika login sebagai root , Anda dapat melakukan apapun terhadap sistem komputer. Termasuk meng-Kill diri sendiri :) root@darkstar ~# adduser kemudian isikan nama / id yang ingin dipakai. Pilihan lain dapat dipilih default dengan menekan Enter (sampai ….lebih dari 5 x..mungkin ) sampai pilihan password yang musti diisi. Slackware akan mengomentari password yang di isikan : Bad Password ! jika Anda sekedar mengisi password :1234567 hehehe Untuk Slackware 12, agar pengguna dapat menjalankan proses automounting maka perlu ditambahkan group plugdev,audio,video, dan power Sedang untuk Slackware 13 tekan panah keatas dan pilihan ini akan muncul + netdev.
        #adduser Login name for new user []: blue_angel User ID ('UID') [ defaults to next available ]: Initial group [ users ]: Additional groups (comma separated) []: plugdev,audio,video,power Home directory [ /home/blue_angel ] Shell [ /bin/bash ] Expiry date (YYYY-MM-DD) []: ...............dan seterusnya..........
    Host Name & Jaringan
      Sebagai default, nama komputer adalah “darkstar” Jika ingin mengganti nama host, masuk ke konfigurasi Network. root@darkstar~#netconfig isi host dengan nama yang disukai. Semisal Cateyes Yang lainnya dapat diabaikan jika tidak terhubung kejaringan. Jika terhubung ke jaringan - LAN atau ke modem ADSL, isi konfigurasi lainya juga :) Selain lewat #netconfig, Anda dapat mengedit langsung file konfigurasi....cara hacker Hehehe Cari file /etc/rc.d/rc.inet1.conf
        # Config information for eth0: IPADDR[0]="" NETMASK[0]="" USE_DHCP[0]="yes" DHCP_HOSTNAME[0]=""
      Konfig di atas adalah DHCP (otomatis semua ). Saya dapat mengubahnya menjadi IP statik misalnya.
        # Config information for eth0: IPADDR[0]="192.168.1.7" NETMASK[0]="255.255.255.0" USE_DHCP[0]="" DHCP_HOSTNAME[0]="" Jangan lupa Gateway ! # Default gateway IP address: GATEWAY="192.168.1.1"
      Jika Anda punya lebih dari 1 ethernet card, set juga untuk eth1, eth2, dan seterusnya. (kalau Anda membutuhkan). Virtual eth.
        Anda dapat juga membuat virtual eth meski hanya mempunyai sebuah ethernet card. Caranya jalankan instruksi : #ifconfig eth0:1 ipaddr=192.168.1.3 netmask=255.255.255.0 Maka sudah tercipta virtual eth.
    Seting Audio
      Slackware menyediakan paket ALSA untuk konfigurasi perangkat Audio komputer. Entah menggunakan chip Audio onboard ataupun card tambahan pada slot PCI motherboard , ALSA umumnya dapat mengenal perangkat Audio dengan baik. Oh-ya ! ALSA dapat anda jalankan dalam lingkungan teks mode ataupun dalam X environment. Sebagai root ketikan instruksi root@darkstar~# alsaconf Maka ALSA akan membangun database chip-chip Audio yang dikoleksinya dan kemudian mencoba mengenali chip audio yang ada pada motherboard. (meskipun tidak ada jaminan 100% berhasil). Jika berhasil, ALSA akan menuliskan ke fstab perangkat Audio Anda Langkah selanjutnya adalah menjalankan alsamixer root@darkstar~# alsamixer atur volume (yang didefault mute) dan konfigurasi lain seperti Line, Mic, Aux, dan lain sebagainya. Tiap Chip Audio mempunyai fasilitas yang berbeda. (yang pasti, pada semua chip audio yang ada adalah seting untuk volume :) ) kalau sudah selesai, tekan Esc pada keyboard. Atau close terminal alsamixer Anda. Anda dapat menyimpan konfigurasi akhir Alsamixer dengan mengetikkan instruksi root@darkstar# alsactl store Catatan: Untuk Slackware 13.0 proses pengenalan perangkat Audio sudah dilakukan otomatis.
    Seting Xorg
      Ada 2 cara untuk seting sistem X / grafik. Cara Otomatis dengan menggunakan xorgsetup dan manual dengan xorgconfigCara Otomatis : Sebagai root, jalankan xorgsetup :
        #xorgsetup
      Anda akan menerima beberapa pertanyaan mudah :) Cara Manual : Sebagai root, jalankan xorgconfig :
        #xorgconfig
      Anda akan menerima belasan pertanyaan/pilihan seperti resolusi monitor, driver chipset, dan lain-lain. Jika Anda cukup mahir, gunakan cara manual :) Catatan: Untuk Solackware 13.0 , proses seting X server dilakukan otomatis oleh sistem. Kecuali Anda ingin membuat xorg.conf secara manual :)
    Run Level
    Jika Anda ingin setelah boot langsung ke mode grafik, sebagai root edit inittab. Letak inittab di /etc/inittab
      # Default runlevel. (Do not set to 0 or 6) id:3:initdefault: Ubah angka 3 di atas menjadi 4 Jangan lupa save kembali file tersebut. Keterangan runlevel : # These are the default runlevels in Slackware: # 0 = halt # 1 = single user mode # 2 = unused (but configured the same as runlevel 3) # 3 = multiuser mode (default Slackware runlevel) # 4 = X11 with KDM/GDM/XDM (session managers) # 5 = unused (but configured the same as runlevel 3) # 6 = reboot
    Printer
    Servis printer di Slackware di atur oleh CUPS (Common Unix Printer System). Aktifkan CUPS dengan mengubah chmod /etc/rc.d/rc.cups dari 644 ke 755.
    Anda dapat menggunakan #pkgtool untuk mengatur CUPS lewat menu atau lewat console untuk mengubah ijin file rc.cups agar diaktifkan saat booting.
      #chmod 755 /etc/rc.d/rc.cupsJika Anda pengguna printer HP (Hewllet Packard) aktifkan juga /etc/rc.d/rc.hplip #chmod 755 /etc/rc.d/rc.hplip Servis ini akan jalan saat booting lagi. Jika ingin segera jalan, lakukan instruksi selanjutnya. #/etc/rc.d/rc.cups start dan #/etc/rc.d/rc.hplips start Sekarang pada menu KDE, aktifkan printer Anda.

     

    Kesuksesan Itu Bukan Hal Mudah


    Dalam perjalanan meraih target, adalah alamiah jika Anda menduga bahwa berbagai kesulitan ataupun hambatan akan memunculkan keberadaannya untuk ditaklukkan. Jika hidup tidaklah demikian, kesuksesan akan menjadi terlalu mudah.

    On any journey toward achieving your goals, it is natural to expect that some difficulties or barriers will present themselves for you to overcome. If life were any other way then success would be too easy.


    Dr. Keith Johnson, The Coach Confidence










    Salam *SenjuLovers*


    CREDIT BY : Imamnaghsenju.BLOGSPOT.COM


      • Digg
      • Del.icio.us
      • StumbleUpon
      • Reddit
      • RSS

      0 komentar:

      Posting Komentar